Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Cecep dan Ayah yang Sudah Menjadi Cahaya

Ayah Cecep Muhammad sudah tiada sejak Cecep kelas 2 SMA. Tidak ada drama. Tidak ada musik sedih. Ayah cuma pamit tidur siang, terus tidak bangun lagi. Gitu aja. Sesederhana itu cara semesta mengambil seseorang yang paling kamu cintai. Tidak pakai aba-aba. Namanya Pak Muhammad. Orang-orang manggilnya Mang Mamat. Tukang servis radio di Pasar Palasari. Cecep masih ingat kalimat terakhir Ayah, bukan kalimat puitis. Ayah bilang, "Cep, tolong ambilkan obeng min yang gagang kuning." Obeng itu sampai sekarang masih Cecep simpan. Tidak pernah dipakai. Takut aus. Malam sebelum Ayah meninggal, Ayah pernah bilang satu kalimat yang terus nempel di kepala Cecep seperti perangko. Ayah bilang: "Anakku, percayalah pada dirimu sendiri. Itulah kekuatan yang akan melindungimu nanti." Waktu itu Cecep menganggap itu kalimat bapak-bapak biasa. Kalimat yang muncul karena Ayah bingung mau ngomong apa setelah adzan Maghrib. Baru setelah Ayah tidak ada, Cecep mengerti. Ternyata it...

Postingan Terbaru

WAHYU WIT JATI SEJATI

SYARAH DUA HADITS TENTANG PAKAIAN IMAN

UDIN, JONO, DAN ZAHRA YANG TIDAK PERNAH SELESAI

CECEP MUHAMMAD BELAJAR SYUKUR

CM, LIA, AYU - Seayah

WAHYU ADIMAKAYASA

Falsafah Plat N 9471 LE - Dari Niat Sampai Eling

ALHAMDULILLAH LIMA KALI

Rahasia Kesucian Ruhani dan Dua Nasab Manusia

WISANGGENI MBANGUN BUDI UTAMA