Hadits Tarbiyatul Aulad / Hadits Mendidik Anak Atas Tiga Perkara

Hadits lengkapnya begini:

أَدِّبُوا أَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ : حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ أَهْلِ بَيْتِهِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ

Addibu auladakum 'ala tsalasi khisholin: hubbi nabiyyikum, wa hubbi ahli baitihi, wa qiroatil Qur'an.
Didiklah anak-anakmu atas tiga perkara: cinta kepada Nabimu, cinta kepada Ahlul Baitnya, dan membaca Al-Qur'an.
Ini penjelasan singkat ala Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali - pengarang Ihya Ulumuddin:

Menurut Al-Ghazali, anak adalah amanat. Hatinya seperti jauhar / permata yang masih murni, belum ada ukiran. Tugas orang tua adalah melindungi anak dari api neraka dengan mendidik dan melatihnya, dan itu dimulai sejak lahir bahkan sebelum lahir.

Maka 3 khishal itu adalah pondasi tarbiyah qalb menurut beliau:

1. Hubbi Nabiyyikum - Cinta Nabi SAW
Ini adalah pendidikan jiwa dengan keteladanan. Al-Ghazali berkata guru/orang tua harus mencintai anak didik seperti anak kandung sendiri, karena mengajar adalah tugas yang diwariskan Nabi SAW. Caranya bukan ceramah saja, tapi membiasakan cerita sirah, sholawat, dan akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Hubbi Ahli Baitihi - Cinta Keluarga Nabi
Ini pendidikan cinta dan loyalitas. Cinta kepada keluarga Nabi melatih anak untuk menghormati nasab, ulama, dan orang sholeh, serta menjaga persatuan umat. Ini masuk dalam pendidikan kalbu dengan ilmu dan mahabbah.

3. Qiroatil Qur'an - Membaca Al-Qur'an
Ini adalah pendidikan kalbu yang paling utama untuk taqarrub kepada Allah. Al-Ghazali menekankan pertama-tama mendidik kalbu dengan ilmu, jiwa dengan ibadah, dan ma'rifatullah. Qur'an adalah pembuka semua itu. Anak dibiasakan bukan hanya bacanya, tapi adab, hafalan, dan amal isinya.

Ringkasnya ala Al-Ghazali: Cinta Nabi = teladan, Cinta Ahlul Bait = ikatan cinta, Qur'an = jalan taqarrub. Tiga itu ditanam saat hati anak masih bersih, maka akan membentuk akhlak karimah seumur hidup.

Komentar

Postingan Populer