Jihat Akbar


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ 
"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,"
ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَا فِلِيْنَ
"kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,"
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ 
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya."
(QS. At-Tin 95: Ayat 4 SD 6)

Setelah perang badar usai, Nabi Muhammad SAW mengucapkan hal yang sangat penting dalam perjalanan pulang.

“Wahai kaumku. Kita baru saja kembali dari jihad kecil (perang badar) dan menuju jihad besar.”

Mendengar hal itu, para sahabat pun langsung terheran-heran. Sebab, perang badar yang sangat menentukan nasib kaum muslim hanya dianggap oleh Nabi Muhammad SAW sebagai jihad kecil.

Para sahabat pun bertanya, “Apakah jihad yang lebih besar dari (perang badar) itu, Wahai Rasulullah?”

“Jihad melawan hawa nafsu,” jawab Nabi Muhammad SAW.


Sumber 
Khutbah Jumat Masjid Umar Bin Khattab 18 Januari 2025

Komentar

Postingan Populer